Mencuci tangan memakai sabun terlihat dan terdengar sepele, namun untuk di daerah terpencil hal itu sangat penting untuk disosialikan, karena kasus diare masih sangat tinggi. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2015, menyatakan sekitar 520 ribu Balita meninggal dalam setahun karena diare. Oleh karena itu Pemerintah dalam hal ini Kemenkes terus mengkampanyekan pentingnya mencuci tangan untuk mencegah diare dan kematian pada anak.

Pada temu media terkait Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia yang di selenggaran pada tanggal 12 Oktober 2017 di gedung Kemenkes Ri, Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Eni Gustina mengatakan setiap tahun sebanyak 1,7 juta anak meninggal karena diare. Dengan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, kematian anak karena diare tersebut diharapkan bisa dapat dicegah.

“Kita menggaungkan cuci tangan pakai sabun karena dapet mencegah diare, meningkatkan kesehatan masyarakat, menurunkan kematian Balita, meningkatkan kehadiran anak di sekolah,” papar Eni Gustina

Cuci tangan pakai air dapat membunuh kuman hanya 10 persen. Jika menggunakan sabun, 80 persen kuman bisa mati. Kuman tersebut mati karena terdapat zat yang sifatnya basa yang terkandung dalam sabun. Antara sabun batang dan sabun air lebih baik gunakan sabun cair karena lebih terjaga kualitasnya. Untuk sabun batang jangan sampai terendam air karena air tersebut bisa menularkan penyakit. Memang banyak tantangan dan hambatan untuk mensosialisasikan cuci tangan ini. Belum lagi dipengaruhi oleh sosial, budaya, geografi, dan pendidikan,” tambah Eni.

Dalam mensosialisasikan pentingnya cuci tangan pakai sabun, Kemenkes tidak bisa sendiri, Kemenkes membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak terutama para orang tua agar bisa mengajarkan anak-anaknya untuk melakukan kebiasaan cuci tangan pakai sabub sejak dini.

Kapan kita harus melakukan cuci tangan?

Sebenarnya kegiatan mencuci tangan baik dilakukan ketika selesai mengerjakan sesuatu, namun mayoritas orang sering lupa dan menganggap sepele. Banyak yang berfikir tidak perlu mencuci tangan dengan baik apalagi menggunakan sabun, karena merasa tangannya sudah terbilas oleh air.
Berikut saat-saat penting untuk mencuci tangan:

  • Sebelum dan sesudah makan

Hal ini dilakukan untuk mencegah terkontaminasinya makanan yang akan dikonsumsi, serta mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Tak hanya sebelum makan, sesudah makan pun dianjurkan untuk mencuci tangan, agar bakteri yang menempel pada sendok dan garpu atau tangan bisa mati terkena air dan sabun akibat saat mencuci tangan.

  • Sebelum dan Sesudah Mengolah Bahan Makanan

Ketika menyiapkan bahan makan untuk diolah, usahakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Begitupun dengan makanan yang akan dimasak. Terbayangkan berapa banyak jumlah kuman ikut menempel pada olahan tersebut jika kita tidak mencuci tangan ketika akan mengolah makanan. Jika lupa untuk mencuci tangan, gunakan sarung tangan plastik agar kehigienisan makanan kita terjamin.

  • Setelah Buang Air Besar dan Air Kecil

Mengapa mencuci tangan setelah melakukan aktivitas ini sangat penting? Karena aktivitas ini membuat tangan bersentuhan atau terkena kontak langsung dengan kotoran yang dibuang oleh tubuh dan hal ini bisa menyebabkan banyak kuman yang menempel pada tangan. Agar kuman yang kamu dapatkan setelah buang air besar dan air kecil bisa mati ini mati, maka cuci tangan lah dengan baik dan benar dengan menggunakan sabun.

  • Setelah Menyentuh Binatang

Bulu binatang merupakan penyumbang bakteri dan kuman yang sangat besar. Banyak kutu-kutu atau bakteri kecil yang tidak nampak oleh mata menempel pada tangan saat memegang binatang.

  • Setelah Memegang Benda atau Fasilitas Umum

Semakin banyak orang menyentuh serta menggunakan benda atau fasilitas umum, berarti semakin menumpuk pula bakteri dan kuman yang menempel pada benda tersebut. Benda umum itu bisa berupa uang, handle pintu, tombol lift, meja sekolah, pegangan pada kendaraan umum, bangku taman, dan masih banyak lagi . Jika tak mencuci tangan, maka bakteri akan terus menempel pada tangan.

Sering kali kita mendefinisi cuci tangan adalah membilas tangan dengan air bersih saja. Namun nyatanya mencuci tangan tidak sesederhana itu. Ada cara dan tekhnik yang benar agar tangan benar-benar bersih dan terbebas dari kuman penyakit.
Berikut fasilitas untuk mencuci tangan yang benar :

  • Gunakan air mengalir.

Kotoran berupa kuman dan bakteri akan rontok dan jatuh terbawa oleh air yang mengalir. Jika mencuci tangan menggunakan gayung atau wadah, sebenarnya sama saja dengan menimbun bakteri di tangan, karena pegangan gayung dan air tersebut telah tercampur dengan bakteri, apalagi bila di gunakaan secara bersama-sama.

  • Gunakan sabun.

Sabun merupakan musuh ampuh yang bisa mematikan kuman dan bakteri. Zat yang dimiliki sabun pencuci tangan bisa membantu proses pelepasan kotoran dan kuman yang menempel di permukaan kulit tangan dan kuku. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun bisa menghindarkan tubuh dari infeksi bakteri serta kuman penyebab sakit perut.

  • Alat Pengering

Alat yang satu ini bukan merupakan syarat wajib namun perlu untuk perhatikan. Mungkin banyak dari kita setelah mencuci tangan akan membiarkan tangan kering dengan sendirinya, atau mengeringkannya dengan memeperkan tangan pada pakaian yang kita kenakan. Sebenarnya hal ini justrus akan membuat kuman penyakit hinggap lagi ditangan. Cara yang terbaik dan mudah adalah mengkibaskan tangan ke udara atau mengeringkanya dengan menggunakan lap, handuk bersih atau tissue.

images

5 Langkah Mencuci Tangan Menggunakan Sabun Yang Baik dan Benar

  1. Basahi tangan dengan air mengalir
  2. Gosok telapak, punggung tangan sera sela jari-jari dengan sabun.
  3. Bersihkan bagian bawah kuku-kuku
  4. Bilas tangan dengan ait bersih yang mengalir
  5. Kibaskan tangan ke udara atau keringkan tangan dengan menggunakan, lap, handuk bersih atau tissue.

Mudah untuk dilakukan bukan? Kesadaran dan kebiasaan adalah kunci utama dalam melakukannya. Meski terlihat ribet dan terkesan sepele, namun tanpa disadari kegiatan mencuci tangan mampu memberikan dampak yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak akan pernah tahu dari mana bakteri datang dan penyakit akan menyerang. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s