Mudik saat lebaran sudah menjadi tradisi yang tidak bisa dipisahkan lagi dari bangsa Indonesia. Tradisi tahunan ini menjadi ajang silaturahmi dan berkumpul bagi keluarga besar yang jarang bertemu. Serupa dengan liburan, mudik pun harus direncanakan dengan baik dan matang agar perjalanan selama menuju tempat tujuan mudik menyenangkan.

Pada tanggal 2 Juni 2017 kemarin saya bersama beberapa teman Blogger berkesempatan hadir dalam acara Ngobrol Bareng Blogger yang difasilitasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan Jakarta Utara. Acara tersebut merupakan salah satu agenda rutin dari Kemenkes untuk mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup sehat atau yang sering disingkat dengan GERMAS. Dan melalui acara ini Kemenkes juga ingin menyampaikan pesan dan ajakkan kepada masyarakat bagaimana menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan dan saat mudik ke Kampung halamannya masing-masing.

Acara yang diselenggarakan di RPTRA Taman Kalijodo tersebut hadir sebagai pembicara yaitu Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dr. H.R. Deddy Kuswenda .M.Kes, Direktur Kesehatan Kerja dan olah Raga, drg.Kartini Rustandi M.Kes, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
Dr.H.R. Deddy Kuswenda. M.Kes Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat menyampaikan beberapa tips yang perlu diperhatikan saat menjalankan ibadah puasa antara lain : 

1. Saat berbuka disarankan untuk minum yang cukup agar tidak dehidrasi, usahakan untuk mengkonsumsi air putih yang banyak, karena air putih sangat baik untuk tubuh kita terutama ginjal.

2. Berbukalah dengan makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Empat sehat lima sempurna.

3. Jangan berbuka puasa langsung dengan porsi besar.

4. Jangan makan terlalu banyak saat berbuka puasa. Makan berlebihan tidak hanya dapat mengganggu kesehatan tubuh, tetapi juga membuat ngantuk saat sholat tarawih.

5. Saat Sahur, disarankan mengonsumsi buah-buahan dan sayur untuk asupan vitamin serta sumber karbohidrat seperti nasi dan ubi-ubian.

6. Selama berpuasa jika memungkinkan tidurlah setelah saur untuk mengumpulkan energy. Hindari sinar matahari dan panas yang dapat menimbulkan dehidrasi.

7. Minimalkan penggunaan tenaga secara fisik, dan berolahraga di sore hari sebelum saat berbuka.

8. Bagi penderita diabetes memonitor gula darah secara teratur, hindari makan yang manis-manis

9. Bagi ibu hamil atau menyusui, lansia, pasien hipertensi, penyakit jantung, atau asma, biasanya tidak wajib berpuasa, namun bila tetap berpuasa, harus berkonsultasi dengan dokter jika merasa ada tanda-tanda gangguan kesehatan.

10. Orang yang harus mendapatkan pengobatan berkala jangan menghentikan pengobatan tanpa nasihat medis.

11. Segera membatalkan puasa bila mendapatkan masalah kesehatan.
Dalam kesempatan ini drg. kartini menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan persiapan Kementrian Kesehatan dalam mengantisipasi permasalahan yang timbul saat arus mudik maupun balik nanti.

Tahun ini, ada 15 Provinsi yang menjadi prioritas pemantauan angkutan jalan diantaranya, Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat , Kalimantan Barat, Kalimantan timur dan Sulawesi Selatan.

Yang menjadi focus utama dukungan Kemenkes dalam menghadapi mudik lebaran adalah :

1. Layanan Emergency 119. 

Nomor ini bisa dihubungi apabila pemudik mengalami kecelakaan atau yang bersifat darurat terkait dengan pelayanan kesehatan.

2. Koordinasi pos layanan kesehatan.

Puskesmas dan dan Rumah sakit menjadi bagian pelayanan kesehatan yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten atau kota.

3. Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi dan penilaian status kesehatan dan kelayakan pengemudi. 

Jika ada pengemudi yang ketahuan menggunakan narkoba atau zat terlarang maka hasil pemeriksaan akan di serahkan kepada kepala terminal atau stasiun untuk memberikan tindakan atau disiplin kepada pengemudi.

4. Melakukan promosi kesehatan menjelang mudik lebaran berupa Banner, Poster, Flayer dan leaflet.

Selain itu Kementrian Kesehatan juga telah menyedikan Pos Layanan Kesehatan yang tersebar di 15 Provinsi tersebut yang terdiri dari :

  • 913 Pos Kesehatan
  • 2228 Puskesmas
  • 374 Rumah Sakit
  • 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Pos kesehatan yang dipersiapkan saat mudik lebaran terdiri dari:

  • Pos Kesehatan dari Dinas Kesehatan sejumlah 3141 pos yang terdiri dari Pos Kesehatan Lapangan dan Puskesmas.
  • Pos Kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan  (KKP) sekitar 207 Pos
  • 374 Rumah Sakit rujukan
  • Layanan Emergency sekitar 104 PSC.

Sepanjang bulan puas ini Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga telah melakukan pengawasan terhadap makanan yang dijual bebas untuk berbuka seperti Takjil. Hal ini dilakukan Diskes untuk mengetahui apakan makanan yang di jual tersebut aman untuk di konsumsi oleh masyarakat atau ada indikasi zat-zat berbahaya di dalamnya seperti pewarna dan pengawet.

Selain itu Dinas kesehatan DKI Jakarta juga aktif melakukan pemeriksaan Narkoba terhadap pengemudi bus dan travel antar kota  untuk menjaga keselamatan para penumpangnya. Kekhawatiran utama dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta adalah tidak adanya pengawasan bagi pengemudi travel dan bus antar kota dan provinsi di terminal-terminal bayangan. hingga bisa lolos dari pengawasan. Bagi pemudik yang menemukan sopir menggunkan narkoba dan mengkonsumsi minuman keras bisa melaporkan hasil temuan ini ke terrminal besar terdekat baik itu kepada pihak terminal maupun kepada polisi agar bisa dilakukan tindakan lebih lanjut.

Tips mudik dari drg. Kartini:

  • Siapkan fisik yang sehat dan prima sebelum mudik
  • Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, periksa kondisi kelayakan kendaraan
  • Tidak meminum obat yang menyebabkan kantuk dan minuman keras sebelum dan sedang mengemudi
  • Istirahat setiap 4 jam perjalanan, jangan memaksa untuk mengemudi bila lelah dan mengantuk
  • Disiplin dan patuhi rambu lalulintas
  • Kendalikan kecepatan kendaraan terutama pada kondisi jalan rusak atau bergelombang, saat hujan dan cuaca buruk,
  • Kendaraan tidak melebihi muatan dan tidak menyalahi peraturan
  • Gunakan masker untuk melinduungi pernapasan dari asap, debu dan polusi
  • Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal
  • Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah makan
  • Konsumsi makanan dan minuman yang bersih dan sehat
  • Buang sampah pada tempatnya
  • Buang air keci atau besar di toilet yang tersedia dan
  • Bila terasa sakit, manfaatkan Pos Kesehatan Mudik 

“Semua pelayanan di Pos Kesehatan mudik itu gratis, jadi manfaatkan pos pelayanan kesehatan yang ada sebaik-baiknya agar kondisi badan kita fit sehingga kita siat melanjutkan perjalanan mudik dengan aman,” jelas drg. Kartini saat menutup obrolan santai tersebut dengan berbuka puasa bersama.

Iklan

8 thoughts on “Tips Mudik ala Kemenkes

  1. Kemenkes terus berbenah ya dengan menyediakan begitu banyak pos kesehatan. Tapi kita secara pribadi juga memiliki peranan penting utk menjaga diri sendiri sih. Tambahan, klo bisa jangan mudik naik motor karena resiko kecelakaan paling banyak terjadi pasti pengendara motor.

    Suka

  2. 15 Propinsi udah siap2 lho buat menampung pemudik nya hehe.Ga sabar rasanya mudik dan pengen cepet smpai kampung halaman. Apalagi di sepanjang perjalanan nanti sudah berjejer pos2 mudik. Bikin mudik makin tenang wkwk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s